Eva Dwiana dan Pemimpin Redaksi Wartalampung.id Adian Saputra. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Eva Dwiana bakal menoreh catatan baru. Jika dilantik pada Februari tahun depan, ia bakal menjadi perempuan kepala daerah ke-4 di Lampung.
Istri Wali Kota Bandar Lampung Herman HN itu, berdasar hitung cepat lembaga survei Rakata Institute, dinyatakan menang.
Perolehan suaranya di atas 56 persen. Dua pesaingnya, Yusuf Kohar dan Rycko Menoza cuma sanggup mendapat hasil 21-an persen suara.
Dalam sebuah TikTok, salah seorang tim Eva Dwiana bikin video yang ada kalimat “kalah jauh”. Ada-ada saja.
Sebelum Eva Dwiana, Lampung sudah pernah mempunyai perempuan kepala daerah. Pecah telur ditorehkan Chusnunia Chalim.
Perempuan yang akrab disapa Nunik itu terpilih sebagai bupati Lampung Timur pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015. Nunik berpasangan dengan Zaeful Bokhari. Nunik tak sempat menuntaskan kepemimpinan di Lampung Timur.
Kakak kandung anggota DPD Lampung si jelita Jihan Nurlela ini, tahun 2018 ikut pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung. Berpasangan dengan Arinal Djunaidi, Nunik sukses menjadi wakil gubernur sampai dengan sekarang.
Sebelum di eksekutif, Nunik adalah anggota DPR asal Lampung usungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang dianggap sebagai representasi suara politik warga Nahdliyin.
Perempuan kedua yang menjadi kepala daerah di Lampung adalah Dewi Handajani. Ia adalah istri mantan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan. Bambang adalah Bupati Tanggamus dua periode.
Dewi Handajani sukses menjadi bupati pada pemilu tahun 20218, bersamaan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Sejak menemani suami menjadi kepala daerah tahun 2010, Dewi Handajani sudah aktif bersosialisasi ke masyarakat.
Pemilihan bupati dan wakil bupati Tanggamus tahun 2018 menjadi momentum Dewi Handajani muncul sebagai pemenang bersama pasangannya AM Syafei.
Perempuan ketiga yang menjadi kepala daerah di Lampung adalah Winarti. Ia adalah mantan Ketua DPRD Tulangbawang yang pada pemilu 2018 terpilih menjadi bupati. Winarti matang di politik. Posisi ketua DPRD Tulangbawang sebelum menjabat bupati adalah bukti sahih Winarti bisa berkontribusi pada dua kaki: legislatif dan eksekutif.
Tahun ini, tepatnya kemarin, 9 Desember 2020, Lampung kembali mencatat torehan istimewa. Perempuan keempat yang terpilih menjadi kepala daerah. Eva Dwiana.
Baca: Quick Count Rakata: Eva Dwiana-Deddy Amarullah Menang Telak di Bandar Lampung
Jauh sebelumnya, nama Eva Dwiana sudah banyak disebut sebagai kandidat paling kuat menggantikan suaminya. Sama seperti Dewi Handajani, Eva juga sejak sepuluh tahun lalu sudah aktif mendampingi suami dan aktif bersosialisasi kepada warga.
Eva punya “kendaraan” yang dahsyat yakni Majelis Taklim Rachmat Hidayat. Nama yang diambil dari mendiang anaknya. Sama juga dengan Dewi Handajani dan Winarti, Eva juga adalah kader PDIP.
Kemenangan Eva ini boleh dibilang spesial karena unggul jauh dari dua kompetitornya, mantan Bupati Lampung Selatan yang anak Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Rycko Menoza, dan Wakil Wali Kota petahana Yusuf Kohar.
Suara Eva 55-an persen versi hitung cepat Rakata Institute. Sedangkan Rycko dan Yusuf pada angka 20 dan 21-an persen.Kisaran dengan hasil SIrekap KPU Bandar Lampung beti alias beda tipis.
Bandar Lampung kini punya wali kota terpilih yang baru. Herman HN sukses dobel. Dua periode memerintah Bandar Lampung dan mengantarkan istri tercinta menggantikan posisi dirinya di kursi wali kota Bandar Lampung.
Eva Dwiana juga tercatat menjadi perempuan ke-2 yang sukses menggantikan suami pada jabatan kepala daerah setelah Dewi Handajani melakukan hal yang sama pada pilkada Tanggamus tahun 2018. Selamat mengemban amanah, Eva Dwiana. [Adian Saputra]
