Pengembangan padi gogo di lahan kering di Abung Srakarta, Lampung Utara. | Ahmad Suryanto

Wartalampung.id, Kotabumi-Di tengah maraknya alih fungsi lahan sawah irigasi produktif untuk perumahan dan industri khususnya di pulau Jawa, kabar gembira datang dari para petani di wilayah Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Para petani di wilayah itu kini sedang mengembangkan padi gogo di lahan kering, terutama di bekas lahan karet dan kelapa sawit.
Pada tahun 2020 ada setidaknya 107 hektar lahan kering yang ditanami padi gogo, 50 hektar diantaranya merupakan koversi lahan kebun sawit dan karet. Bertanam padi gogo menjadi peluang yang sangat menarik sebab anjloknya harga sawit,karet dan ubi kayu.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan, produktifitas rata-rata mencapai 8-9 ton, meskipun di lahan kering,” jelas Wardoyo pada pertemuan penyuluh pertanian setempat dengan Tim Pendamping BPP Kostratani dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung (27/07/2020).
Menurutnya, kesuksesan ini merupakan hasil coba-coba yang dilakukan dilakukan para penyuluh dan petani dengan dukungan Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikutura Dinas TPH Provinsi yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa komponen pendukung keberhasilan ada pada benih hibrida, pupuk kandang, serta pengamatan hama secara terpadu. Ia berharap agar bisa menghasilkan produk padi yag lebih ramah lingkungan.
“Balai Pelatihan Pertanian Lampung akan memberi dukungan penuh bagi pengembangan SDM dan teknologi bagi pengembangan padi gogo ini agar bisa lebih meluas aplikasinya, khususnya di Kabupaten Lampung Utara dan secara umum di wilayah kerja Bapeltan yaitu meliputi Provinsi Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung,” pungkas Kepala Bapeltan, Abdul Roni Angkat. [Ahmad Suryanto/Kontributor]
