Berita Foto Opini

Opini: Selamatkan Harimau Sumatera

Opini: Selamatkan Harimau Sumatera

Survei keberadaan harimau sumatera. | Dok TNBBS

Survei keberadaan harimau sumatera. | Dok TNBBS

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari tiga jenis harimau yang ada di Indonesia, di mana dua diantaranya telah mengalami kepunahan, yaitu harimau jawa dan harimau bali.

Harimau sumatera sebagai pemangsa puncak rantai makanan memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Satwa karnivora ini berperan penting dalam melindungi kelestarian dan penyelamatan hidupan liar lainnya yang pada akhirnya kesejahteraan manusia pun ikut terjaga.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dengan luas 313.57,48 ha merupakan salah satu habitat penting dari harimau sumatera yang ada di Pulau Sumatera. Populasi harimau sumatera di TNBBS saat ini tersebar dari bagian selatan hingga ke utara kawasan. 

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa kepadatan harimau sumatera tertinggi terletak di bagian selatan kawasan TNBBS dengan jumlah individu diperkirakan 40 ekor pada luasan +/- 45.000 ha. 

Sementara itu, survei yang dilakukan di bagian tengah kawasan TNBBS yang juga merupakan area intensive protection zone (IPZ) diketahui adanya 28 individu dewasa yang berbeda pada luasan +/- 100.000 ha. Untuk di wilayah utara diperkirakan terdapat 16 individu harimau sumatera yang berbeda.

Keberadaan harimau sumatera dan satwa mangsanya di TNBBS tidak terlepas dari berbagai ancaman, seperti perburuan liar, degradasi hutan, serta konflik satwa dengan manusia.

Patroli rutin yang dilakukan oleh Polhut, MMP (Masyarakat Mitra Polhut) serta mitra TN, kerap kali menemukan jerat yang dipasang oleh masyarakat untuk menangkap burung maupun pakan harimau sumatera. 

Untuk itu sudah saatnya kita peduli terhadap konservasi harimau agar tidak punah seperti dua jenis lain yang sudah punah.

Sekecil apa pun kontribusinya tetap akan menjadi tonggak penting bagi kelestarian harimau sumatera. Selamat Hari Harimau Sedunia! Semoga tetap terjaga kelestariannya.[Tri Sugiharti, S. Hut/PEH Madya; dan Susan Saputri/PEH Mahir Balai Besar TNBBS]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda