Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyrakat (STBM). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Agus Solihin, salah seorang pegiat Bank Sampah Emak.ID, diundang dalam kegiatan Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyrakat (STBM).
Dalam kegiatan ini, Agus diminta untuk melakukan sosialisasi pentingnya mengelola sampah rumah tangga sehingga mampu mengurangi suplai sampah ke TPA Bakung yang per hari mencapai 1.000 ton.
Acara Orientasi STBM ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Gedongair, Tanjungkarang Barat, yang dihadiri beberapa pemangku kepentingan, seperti Dinas Kesehatan, Norcahyo (Camat TKB), dr. Titin (Kepala Puskesmas Gedongair), lurah se-Kecamatan Tanjungkarang Barat, beberapa perwakilan kepala lingkungan beserta RT, dan kader Posyandu se-Kecamatan Tanjungkarang Barat.
“Problem lingkungan adalah problem bersama. Semua masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam memilah sampah dari rumah. Langkah sederhana dan sepele tetapi dampaknya besar,” ujar Nurcahyo, Camat TKB, dalam sambutan.
Nurcahyo menyambut baik semua pihak yang terlibat dalam penanganan problem lingkungan, baik masyarakat ataupun pegiat lingkungan.
Orientasi ini diisi dua narasumber yaitu perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung yaitu Kasi Kesjaor Ajib Jayadi dan perwakilan Emak.ID yaitu Agus Solihin
Ajib menekankan, pentingnya masyarakat terus meningkatkan status kelurahan dan kecamatan sehingga mencapai 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyrakat (STBM) yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Gerakan Bank Sampah Emak.ID ini sangat menarik dan kekinian. Ini harus diduplikat seluruh RT di Tanjungkarang Barat,” ungkap Ajib.
Agus menambahkan, saat ini Bank Sampah Emak.ID memiliki 4.000 nasabah atau 170 unit bank sampah yang tersebar di seluruh Kota Bandar Lampung.
“Tentu masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan populasi masyarakat Bandar Lampung,” pungkas Agus.
Agus mengajak masyarakat memulai memilah sampah dari rumah. Dengan gerakan sederhana ini, ia berharap bisa mengurangi tonase sampah yang disuplai ke TPA Bakung.
Di akhir sesi, semua pihak melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan Tanjungkarang Barat berbasis STBM. []
