Adella Uly Selgi. | Fery Wijaya

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Soal menjadi model, buat Adel, sudah biasa sejak dulu. Namun, dalam konteks fotografi, Adel masih menjalaninya sebatas hobi.
Apa pun tawaran dari fotografer kepadanya, sebagian besar ia iyakan. Sepanjang itu punya manfaat. Setidaknya Adel bisa menambah koleksi foto di galerinya.
Sudah banyak fotografer yang membidik Adel sebagai objek fotonya. Sejauh ini ia merasa nyaman dengan itu. Apalagi sebagian besar fotonya berkonsep kasual plus pakaian kesehariannya.
Dari sering difoto itu, ia juga mendapat manfaat terbiasa bergaya di depan lensa kamera. Sebagian besar gaya Adel ia lakukan sendiri. Ia mengaku belajar otodidak saja.
Meski demikian, saat diminta fotografer, ia mengikuti arahan dalam sesi foto itu. Kebanyakan juga fotografer tidak cerewet soal gaya dalam berfoto.
Adel juga punya keinginan menjadi model untuk produk tertentu. Misalnya dalam konsep lifestyle. Namun, sejauh ini, belum ada tawaran yang masuk. Semoga habis jadi narasumber artikel ini, dapat job banyak ya. Amin.
Adel kebanyakan foto di luar ruangan: outdoor. Ia jarang mendapat tawaran untuk foto di dalam ruangan alias indoor.
Adel juga mengatakan, ia lebih suka outdoor karena lebih bebas berekspresi ketimbang di dalam ruangan.
“Rileks aja kalau outdoor, kayak di beberapa rooftop di Bandar Lampung,” ujar pemilik nama lengkap Adella Uly Selgi ini kepada wartalampung.id hari ini.
Ia juga menaruh harapan bisa difoto di alam terbuka dalam konteks tempat wisata, pantai misalnya. Adel ingin sekali difoto di pantai dan tempat wisata yang banyak tersebar di Lampung ini.
Selain mengisi galerinya, ia juga ingin menikmati suasana santai di beberapa destinasi di Lampung. Ia berkata, banyak destinasi wisata di Lampung yang menarik.
Ia berkeinginan, dengan difoto, ia juga bisa mempromosikan objek wisata di Lampung.
Adel mengatakan, usai lulus ia memang kebanyakan mengisi waktu dengan menjadi model. Ia pernah bekerja di sebuah tempat makan, namun tidak lama. Ia masih mencari kerja sampai sekarang.
Adel mengatakan, memang relatif sulit mencari kerja di zaman pandemi ini. Apalagi banyak usaha yang tumbang saat dua tahun Indonesia dan negara lain dilanda pandemi covid-19.
Kesan fotografer sejauh ini pun, kata Adel, bagus. Mereka puas usai mengabadikan dirinya dalam lensa kamera.
Soal foto seksi, Adel menanggapinya dengan santai. Ia dengan halus menolak. Buatnya, ia tidak punya keberanian difoto dengan konsep yang seksi.
“Enggak deh meski dibayar mahal,” kata gadis cantik kelahiran Telukbetung, Bandar Lampung, 11 Maret 2003, itu.
Adel juga tidak pilih-pilih busana saat difoto. Apalagi sejauh ini ia mengandalkan koleksi yang ia punya. Dengan pakaian apa pun ia berusaha tampil semaksimal mungkin.
“Asal aku nyaman, ya udah, siap difoto,” ujar pemilik akun Instagram @ adellaulyselgi_11 itu.
Adel mengatakan, ia juga kurang begitu suka berdandan.
“Aku enggak begitu feminin, hehehe,” kata dia.
Adel juga punya sesuatu yang sekarang lago tren yakni koplo, sebuah jenis musik dengan irama gendang yang menghentak. Kala mendengar itu, Adel mengaku ia bisa menikmatinya dengan baik. Ia tak sungkan berjoget menyesuaikan dengan hentakan gendang.
Ia mengatakan, jika sedang kongkow dengan kawan di sebuah kafe yang menyajikan live music dengan jenis koplo ini, Adel pasti ikut larut dalam suasana. Apalagi jika lagu Denny Caknan yang dinyanyikan.
“Aku enggak malu untuk ikutan joget. Buatku enak aja ngikutin musik itu dengan berjoget,” kata dia.
Adel bahkan hafal dengan lirik lagu Denny Caknan ini.
“Kok kebangeten men/Sambat blas ra ono perhatian/Jelas kubutuh atimu, kubutuh awakmu/Kok kebangeten men
Loro ati iki (yo)/Tak mbarno karo tak nggo latihan/Sok nek wis oleh gantimu, wis ra kajok aku/Mergo wis tau, wis tau jeru (sing penting wis tau)
Mbiyen aku jek betah (asek), suwe-suwe wegah/Nuruti kekarepanmu sansoyo bubrah (yo-oh-oy)/Mbiyen wis tak wanti-wanti, ojo ngasi lali/Tapi kenyataannya pergi
Kartonyono ning Ngawi medot janjimu/Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu/Sak kabehane wis tak turuti/Tapi malah mblenjani (yo-yo-yo)
Budalo, malah tak duduhi dalane (yo-yo-yo)/Metu kono, belok kiri, lurus wae/Ra sah nyawang sepionmu sing marai ati/Tambah mbebani
Mbiyen aku jek betah, suwe-suwe wegah/Nuruti kekarepanmu sansoyo bubrah/Mbiyen wis tak wanti-wanti, ojo sampek lali (yo-oh-oy)/Tapi kenyataannya pergi (ho-ah-ho-eh)
Kartonyono ning Ngawi medot janjimu/Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu/Sak kabehane wis tak turuti/Tapi malah mblenjani/Budalo, malah tak duduhi dalane (yo-oh-oy)
Metu kono, belok kiri, lurus wae/Ra sah nyawang sepionmu sing marai ati/Tambah mbebani/Mbiyen aku jek betah, suwe-suwe wegah
Nuruti kekarepanmu sansoyo bubrah/Mbiyen wis tak wanti-wanti//
Sukses dan sehat selalu ya, Adel. Semoga lekas dapat kerjaan dan lanjut koplonya. []
