Berita Foto

Penggerak Milenial Indonesia Apresiasi Natar Party Modification Contest, Wahrul Fauzi Ajak Komunitas Kolaborasi

Penggerak Milenial Indonesia Apresiasi Natar Party Modification Contest, Wahrul Fauzi Ajak Komunitas Kolaborasi

Natar Party Modification Contest. Wahrul Fauzi Silalahi (dua dari kanan). | Dokumentasi

Natar Party Modification Contest. Wahrul Fauzi Silalahi (dua dari kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Natar – Penggerak Milenial Indonesia (PMI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lampung menghadiri Natar Party Modification Contest di Desa Candimas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kemarin.

Jenis modification contest antara lain Baby Look, Novice Thailok, Classic Modif, Sunmory Style, Local, Plat Ben Non Pro, Street Racing Open, 2-4 Tak Restorasi Fashion.

Mengenai kegiatan ini, Wildan Hanafi, Koordinator Penggerak Milenial Indonesia DPW  Lampung, mengapresiasi khusus terselenggaranya acara tersebut.

“Milenial Indonesia khususnya di Lampung memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas. Hanya terkadang tidak ada perhatian khusus oleh pemerintah,” papar Wildan.

Ia mengutip hasil Sensus Penduduk 2020,  jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia.

Sementara itu, jumlah penduduk paling dominan kedua berasal dari generasi milenial sebanyak 69,38 juta jiwa penduduk atau sebesar 25,87 persen.

Milenial, ujarnya, harus diperhatikan khusus oleh pemerintah terkait, baik pengedukasian pendidikan agama, sosial, budaya, dan cinta Tanah Air. Jika milenial tidak dipedulikan, ke depannya akan berdampak untuk bangsa kita,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri Komunitas Motor Se-Provinsi Lampung, komunitas motor dari Pulau Jawa, dan anggota DPRD Lampung daerah pemilihan Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi.

Wahrul mengatakan, ia merespons baik acara semacam ini. Selain bisa bersilaturahmi dan berkompetisi, ini juga membuka sekat-sekat antarkomunitas. Ke depan, semua komunitas bisa saling bersinergi. Pasalnya, sinergi dan kolaborasi memungkinkan kerja sama dilakukan secara optimal.

Wahrul menjelaskan, acara semacam ini juga meningkatkan kreativitas milenial. Tak lupa ia mengajak komunitas semakin meningkatkan kepedulian kepada sesama. Khususnya warga yang sejauh ini  masih terdampak pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir ini. [Fajar Aliandi].

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda