Berita Foto Nusantara

Mitra Bentala dan 9 Elemen Masyarakat Sipil Lakukan Penelusuran Anggaran Perubahan Iklim

Mitra Bentala dan 9 Elemen Masyarakat Sipil Lakukan Penelusuran Anggaran Perubahan Iklim

Kajian anggaran perubahan iklim. | Dokumentasi

Kajian anggaran perubahan iklim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Mandalika – Mitra Bentala Lampung bersama 9 organisasi nonpemerintah yang peduli terhadap isu perubahan iklim melakukan pelatihan sekaligus analisis bujet untuk isu perubahan iklim di 9 wilayah kabupaten/kota di Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 10-13 Maret 2022 di Mandalika lombok Nusa Tenggara Barat diikuti oleh lembaga Mitra Bentala , YKWS dari Lampung, PKBI dan LP2M dari provinsi Sumatera Barat, Transform dan Konsepsi dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta AYO Indonesia, YPPS dan Bengkel APPeK dari Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga Pattiro..

Berdasarkan Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC), diperkirakan bahwa suhu bumi akan mengalami peningkatan hingga 1,5 °C pada periode 2021-2040. Kenaikan suhu permukaan bumi berdampak pada perubahan iklim di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Perubahan iklim juga mengakibatkan meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi yang dapat mengakibatkan kerugian di sektor pertanian.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai laporan riset (Boer et al, 2008; (Apriyana et al, 2016; dan Nugroho et al, 2019), ada penurunan produksi pertanian di berbagai daerah. Secara keseluruhan diramalkan produksi beras di berbagai daerah di Indonesia akan mengalami penurunan sebesar 0,6 ton per hektar dan produksi pangan akan menurun 12 ribu hingga 162 juta ton pada tahun 2025.

Melalui kegiatan ini ke 9 organisasi non pemerintah bersama Pattiro melakukan pelatihan sekaligus menganalisis penelurusan anggaran APBD masing-masing wilayah untuk isu perubahan iklim di sektor pertanian.

Direktur Pattiro Bejo Untung dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari program VICRA (Voice for Inclusiveness Climate Resilience Actions) yang didukung oleh Pemerintah Belanda melalui Kementerian Luar Negeri Belanda.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra Civil Society Organization (CSO) dalam melakukan penelusuran pendapatan dan belanja daerah serta analisis anggaran untuk ketahanan iklim yang inklusif.

Demikian juga komentar Mashabi, Manajer Advokasi dan Kajian Mitra Bentala Lampung, akan melakukan analisis anggaran di wilayah Kabupaten Pesawaran terkait isu perubahan iklim untuk ketahan iklim yang inklusif, dampak perubahan iklim telah dirasakan oleh berbagai sektor termasuk di bidang pertanian dan kelompok rentan di masyarakat.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Direktur Mitra Bentala Lampung Rizani. Ia mengatakan, melalui kegiatan ini akan terlihat sejauh mana masing-masing daerah kabupaten dan kota di Indonesia dalam perhatiannya terhadap upayak aksi yang dilakukan melalui sistem penganggaran daerah (APBD)-nya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda