Berita Foto Politik

Pergoki Perusakan APK Calonkada, Driver Ojol Dipukuli

Pergoki Perusakan APK Calonkada, Driver Ojol Dipukuli

Zainal didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus penganiayaan ke Polresta Bandar Lampung | ist

Zainal didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus penganiayaan ke Polresta Bandar Lampung | ist

Wartalampung.id, Bandar Lampung, — Seorang driver ojek online (Ojol), Zainal Abidin (38) mengaku dipukuli setelah dirinya memergoki sekelompok orang yang sedang merusak alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon kepala daerah Rycko Menoza SZP-Johan Sulaiman. APK berupa baliho itu terpasang di pertigaan Jalan Hayam Wuruk dengan Jalan Arjuna, Kelurahan Sawah Lama, Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung.

Zainal Abidin, warga Kebun Jeruk, Tanjung Karang Timur mengatakan peristiwa itu berlangsung pada Rabu, 02/12/2020, sekira pukul 17.00 WIB. Zainal diduga dianiaya oleh empat orang yang terdiri atas tiga pria berbaju merah dan satu orang wanita berbaju hitam.

Saat itu, Zainal sedang mangkal menunggu orderan dan melihat sekelompok orang akan merusak baliho tersebut. Ketika kelompok itu melakukan perusakan, dirinya mengambil gambar para pelaku tersebut.

Kemudian, Zainal juga mengambil video saat aksi perusakan berlangsung. Kelompok itu tidak terima atas apa yang dilakukan Zainal, dan mereka ingin merampas telepon genggam Zainal. Kemudian, driver ojol itu dipukuli hingga menderita luka-luka dan memar di tubuhnya.

Baca: APK Milik Paslon Rycko-Jos Dirusak Oleh Beberapa Oknum Tak Bertanggung Jawab

“Wanita itu ikut memukuli dada saya, dan salah satu laki-ki membanting saya ke lantai sampai luka-luka. Hape saya pertahankan sampai pecah ikut terbentur saat saya dibanting,” kata Zainal melalui rilisnya.

Zainal mengaku diselamatkan oleh rekan-rekan sesama ojol saat aksi pengeroyokan berlangsung.

“Sempat datang Babinsa, dan meminta masalah ini bisa diselesaikan secara damai, tapi tetap akan saya lanjutkan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Zainal bilang, alasannya menegur perusakan itu karena ia adalah salah satu kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Tanjung Karang Timur, yang diperintahkan untuk memasang dan menjaga baliho tersebut.

“Saya diperintahkan oleh ketua saya untuk menjaganya, karena saya yang memasang bersama teman. Pemasangannya pun sebelumnya sudah mendapat izin warga sekitar,” kata dia.

Zainal mengaku trauma atas penganiayaan yang diterimanya dan sudah didampingi kuasa hukum untuk melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polresta Bandar Lampung.(*)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda