Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu – Anggota Komite IV DPD RI Lampung Abdul Hakim hadir dalam diskusi bersama Gabungan Kelompok Tani Wonodadi, Kecamatan Gagingrejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis, 10/3/2022.
Diskusi bersama Gapoktan Wonodadi dihadiri juga perwakilan BNI Rais Gunawan. Pertemuan ini bertujuan mengetahui sektor permasalahan pertanian Wonodadi.
Dalam sambutannya, Hakim menyampaikan ada 5 pilar kehidupan yaitu bina insani, gotong royong, manajemen kepemimpinan, dana/investasi, dan kewirausahaan untuk munuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hakim sangat mendukung KPB (Kartu Petani Berjaya). Jika berjalan dengan baik, itu akan sangat membatu keluarga petani. Karena KPB ini merupakan sarana bantuan dari hulu ke hilir.
Sukadi, petani, berkeluh kesah kepada Hakim. Ia mengatakan, terkait KPB, itu sangat membantu. Namun, saat ini masih banyak kendala.
“Server kurang maksimal, tingkat pendidikan SDM petani yang di lapangan banyak keluhan, kemudian harus memiliki HP Android, masalah kuota internet/paket data. Akhirnya warga mau tidak mau tetap menerima karena itu program pemerintah,” ujarnya.
Sukadi bilang, petani ini maunya simpel. Sederhananya, cukup dengan hadirnya pupuk atau kebutuhan bertani di warung terdekat.
Ia juga mengatakan, Gapoktan bisa dipanggil jaksa soal masalah pupuk bersubsidi. Bantuan PKH apabila bisa diubah, bisa menjadi dana tunai untuk membeli beras petani.
Suryadi, Ketua Poktan, mengatakan, KPB itu prosesnya lama.
Secara program, kata dia, KPB itu bangus dan baik. Hanya saja cara pandang petaninya yang masih tidak mau berubah dan di lapangan selalu ada kendala.
Untuk KUR Tani BNI, pelayanan cukup memuaskan dan memudahkan dan kuota perhamparan hanya 1 hektar senilai Rp7 juta. Pelayanan BNI juga sangat baik dengan rasa kekeluargaan.
Hakim menjelaskan, terkait keanggotaan KPB harus ada inisiatif untuk aktif mendaftarkan diri.
Dengan 1 gapoktan, 9 poktan, dan 400 petani di Wonodadi, kata Hakim, adalah aset yang besar jika mau dimaksimalkan dalam hal KPB.
“Kendala yang ada di lapangan akan saya sampaikan kepada Gubernur Lampung,” kata dia. []
