Antre minyak goreng curah di Pasar Kangkung. | Elisabeth Siregar

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Warga mengerumuni mobil tangki minyak goreng curah di Pasar Kangkung, Jumat sore, 4/3/2022. Hal ini terjadi karena adanya jadwal pembelian minyak curah.
Warga mengantre sambil membawa jeriken. Kebanyakan warga yang mengantre adalah pedagang di Pasar Kangkung.
Para warga diharapkan mendaftar seminggu sebelumnya di depan salah satu toko tempat mobil tangki terparkir. Persyaratannya, warga wajib membawa KTP serta meterai Rp10 ribu.
“Saya ngantre barusan, tapi dari pagi sudah muter-muter cari minyak karena kan saya dagang kerupuk,” ujar Megawati, seorang pedagang kerupuk di Kelurahan Bumiwaras, Bandar Lampung.
Prioritas penerima minyak curah di Pasar Kangkung adalah pedagang pasar dan warga Kelurahan Kangkung. Harga minyak berkisar Rp10.500 per liter. Maksimal satu jeriken berisi 20 liter minyak.
“Kalau di Pasar Tugu saya dikasih orang toko. Maksimal lima jeriken. Kalau di sini saya enggak bisa karena bukan orang Pasar Kangkung” lanjut Megawati.
Warga menitipkan jeriken di sekitaran toko yang menjadi tempat pemberhentian mobil tangki. Jeriken sudah banyak berjejer sejak pagi. Sementara mobil tangki tiba pukul 14.30.
Kelangkaan minyak membuat masyarakat resah. Keluhan terutama datang dari warga yang mengantre sejak pagi.
“Harganya naik, tapi dagangan enggak bisa naik. Naik seratus perak sudah enggak mau pelanggan,” ujar Anissa, pedagang kerupuk.
Salah seorang pedagang bumbu di Pasar Kangkung ikut menyaksikan ramainya antrean. Ia mengaku tidak begitu terpengaruh dengan selisih harga minyak di toko.
“Kalau saya mah, beli di engkoh aja. Beda seribu enggak apa-apa daripada ruwet antre,” kata dia.
Antrean ini dipantau oleh beberapa satpam pasar. Meskipun ramai, tidak ada warga yang berdesak-desakan karena sudah ada nomor antrean. [Elisabeth Siregar, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung]
