Pawai ogoh-ogoh. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Seputih Banyak – Umat Hindu di Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, merayakan Hari Raya Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh. Ritual dan perayaan Nyepi dilaksanakan sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2022.
“Kalau tanggal 28 Februari di Pura Puseh dan Pura Kebeji Sb 15 Sakti Buana. Lalu tanggal 2 Maret di Patung Catur Muka, Balai Banjar Sb 15, dan kalau Kamis, sembahyangan di pura rumah masing-masing,” ujar Niluh, warga Seputih Banyak, Kamis, 3/3/2022.
Perayaan Nyepi di Seputih Banyak berlangsung semarak dengan adanya kembang api pada Kamis malam. Meskipun demikian, umat Hindu di Seputih Banyak tetap memakai masker guna mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Sebelum pandemi Covid-19, ada penyepian yang pernah dipusatkan di Pantai Pasir Putih dengan jumlah umat 45 ribu orang dari berbagai daerah di Lampung.
Namun, karena pandemi di Lampung masih tinggi, pemerintah mengimbau untuk tidak berkerumun.
Umat Hindu melaksanakan empat pantangan yang disebut catur brata penyepian.
Empat pantangan dalam ritual tersebut yaitu tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak melakukan kegiatan bersenang-senang (amati lelanguan).
Catur brata penyepian wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Hindu. Ritual ini ditempuh dengan cara meditasi, semadi, dan perenungan diri di suasana hening. [Elisabeth Siregar, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung]
