Terapi diikuti anggota Forum Studi Islam Psikologi Al-Madani Universitas Andalas. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Padang – Semenjak diberlakukannya PPKM darurat oleh pemerintah, kegiatan training, edukasi dan kaderisasi Islam Psikologi (Terapi) Universitas Andalas mengalami perbedaan.
Kegiatan yang semula dilakukan di sekolah, dengan adanya penerapan PPKM darurat, harus dilakukan di rumah.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pemutusan mata rantai covid-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia.
Dampak adanya wabah Covid-19 ini membuat pelaksaan Terapi tidak bisa dilaksanakan secara luring di Universitas Andalas Sumatera Barat.
Oleh karena itu, anggota dan pengurus Forsip (Forum Studi Islam Psikologi) Al-Madani Universitas Andalas mengikuti kegiatan ini dari rumah guna mencegah penyebaran virus corona. Terapi merupakan kegiatan yang rutin diadakan di awal kepengurusan.
Ketua Forsip Al-Madani Jeneri Febbriansyah mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari.
“Agenda ini 12-13 Februari 2022,” ujarnya.
Jeneri menambahkan, di antara tujuan digelarnya acara ini adalah memberikan wawasan mengenai urgensi dakwah kampus dan sarana membentuk militansi kader Forsip Al-Madani.
Ia berharap, setelah mengikuti ini, setiap peserta bisa menjadi kader-kader yang siap bergerak dan berkontribusi di bidangnya masing-masing.
“Mari senantiasa meluruskan niat, fokus, menghadirkan jiwa dan raga serta bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran selama dua hari ke depan,” pungkasnya. []
