Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Mari Bantu Putra Agar Sembuh dan Tak Malu Sekolah

Mari Bantu Putra Agar Sembuh dan Tak Malu Sekolah

Muhammad Dedi Saputra. | Dokumentasi

Muhammad Dedi Saputra. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nama adik kecil ini Muhammad Dedi Saputra. Usianya sembilan tahun dan berasal dari Desa Kagungan Ratu, Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat. Sehari-harinya biasa dipanggil Putra.

Ia didiagnosis terkena tumor jinak kelenjar tiroid sejak kecil yang menutupi sebagian dari wajahnya. Dengan kondisi seperti ini membuat Putra malu untuk bersekolah seperti teman-temannya seusianya.

Putra adalah anak pertama dari pasangan kurang mampu yaitu Puspito (43 tahun) dan Yatini (39 tahun). Mereka sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan di kebun.

Kadang Puspito juga ikut kerja sebagai buruh bangunan. Keluarga Puspito tinggal di sebuah rumah sangat sederhana yang terbuat dari papan di tengah kebun karet. Rumah itu pun berkat gotongroyong dan bantuan dari masyarakat sekitar.

Dengan penghasilan yang minim dan tidak menentu membuat Puspito dan Yatini  kesulitan untuk mengobati sang anak.

“Saya sangat sedih melihat kondisi Putra yang tidak seperti anak- anak pada umumnya. Tumbuh semakin besar tapi dengan kondisi yang demikian,” ujar Yatini.

Alhamdulillah, kini Putra telah menjalani operasi ketiga kalinya di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung dan singgah di RSP IZI-YBM PLN Lampung.

Putra yang didampingi orangtuanya merasa terbantu dengan adanya RSP ini karena bisa istirahat di tempat yang nyaman dan tidak perlu sewa tempat atau tidur di teras masjid.

Juga bisa makan gratis dan diantar jemput ke rumah sakit selama pengobatan.

Ditambah lagi RSP juga memberikan layanan untuk pengantaran Putra pulang sampai ke rumahnya di Tulangbawang Barat.

“Terima kasih banyak pada RSP IZI-YBM PLN yang telah sangat membantu anak saya selama  ini,” ujar Puspito.

Rumah Singgah Pasien IZI-YBM PLN Lampung dengan berbagai fasilitas yang disediakan merupakan bukti nyata atas uluran tangan zakat, infak, sedekah para donatur untuk meringankan beban para pasien duafa yang membutuhkan bantuan. [Fahri Galang Reinaldi/IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda