Berita Foto Ruwajurai Kota Metro

Isi Kuliah Umum Stiper Dharma Wacana Metro, Abdul Hakim Paparkan Konsep Desa Emas

Isi Kuliah Umum Stiper Dharma Wacana Metro, Abdul Hakim Paparkan Konsep Desa Emas

Abdul Hakim bersama jajaran Stiper Dharma Wacana Metro. | Dokumentasi

Abdul Hakim bersama jajaran Stiper Dharma Wacana Metro. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Metro – Anggota DPD RI Abdul Hakim diundang sebagai narasumber dalam acara kuliah umum dengan tema “Pembangunan Desa Emas Berbasis Agrowisata” yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Dharma Wacana Metro, Jumat (17/12/2021).

Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan wajib mahasiswa StiperDharma Wacana Metro. Kegiatan ini termasuk dalam mata kuliah Kapita Selekta.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sistem daring dan luring yang dihadiri 100 mahasiswa secara langsung dan 293 mahasiswa secara online. Pelaksanaan kuliah umum secara luring tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tertib.

Dalam rilis disampaikan Nawacita mengenai pembangunan desa berfokus untuk mengurangi ketimpangan pencapaian kesejahteraan serta mengentaskan kemiskinan dengan menargetkan beberapa hal yaitu mengubah desa sangat tertinggal menjadi desa bangkit (desa tertinggal dan desa berkembang).

Kemudian menjadi desa maju, kemudian menjadi desa terbang (desa mandiri). Jika sudah mencapai kinerja tertentu menjadi desa emas dengan memperhatikan kearifan dan budaya lokal serta keyakinan yang dianut masyarakat setempat.

Lampung menempati urutan ke-10 dari 10 provinsi di Sumatera berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Lampung mengalami peningkatan sebesar 0,21 poin. Dapat disimpulkan, pemberlakuan program Nawacita pembangunan desa ini berdampak positif pada kemajuan bangsa dan negara.

Demi tercapainya Nawacita pembangunan desa, kemudian dicanangkan Gerakan Desa Emas (GDE). Ini adalah sebuah semangat yang digunakan untuk menggambarkan peradaban desa yang mandiri, bermartabat (mulia), pekerja keras (istikamah), kompak dan saling bergotong royong yang membawa dampak kepada kesejahteraan bersama.

Ini merupakan strategi baru dalam pembangunan bangsa yaitu dari desa membangun Indonesia.

Produk desa emas antara lain memberikan pelatihan spiritual, emotional, dan intelektual (revolusi mental), pelatihan vokasi, creative techno-preneurship, santri-preneurship, pelatihan industri desa 4.0 dan pelatihan society 5.0 (berdasarkan pelatihan Saemaul Undong dan Monozukuri), inkubator industri desa, inkubator bisnis UMKMK/koperasi, inkubator pondok pesantren khususnya kopontren, dan inkubator komunitas (berdasarkan inkubator pembangunan desa), dan crowd funding Industri desa.

Abdul Hakim menyampaikan, program ini bertujuan untuk membantu rakyat Indonesia yang hidup dalam lingkungan desa tertinggal menjadi lebih maju.

“Tuhan tidak akan mengubah nasib kita kecuali kita sendiri mengubah nasib sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan agen perubahan atau patriot desa. Ia mengimbau mahasiswa ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa melalui kegiatan bidang pertanian.

Mahasiswa pertanian, kata Hakim, harus bangga karena memiliki kesempatan memberi manfaat bagi pembangunan desa. Pasalnya, hal itu merupakan suatu kemuliaan.

Desa Emas sendiri merupakan penggambaran dari sebuah desa yang memiliki semangat entrepreneur, mandiri, adil, dan sejahtera. Ini sesuai dengan visi Stiper yaitu menjadi perguruan tinggi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian dan berjiwa wirausaha pada tahun 2025.

Melalui visi ini, diharapkan Stiper Dharma Wacana Metro dapat menghasilkan lulusan dengan pengetahuan bidang pertanian yang baik serta semangat entrepreneurship tinggi sehingga kampus mampu menjadi salah satu penopang kesuksesan program ini.

Rahmiyati, Ketua Stiper Dharma Wacana, mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu program kerja untuk menuju kampus merdeka.

“Semoga ke depannya kegiatan positif ini bisa menjadi inspirasi untuk perkembangan mahasiswa dan kampus pada umumnya,” ujarnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda