Berita Foto Opini

Opini: Ubi Kayu dan Kartu Petani Berjaya

Opini: Ubi Kayu dan Kartu Petani Berjaya

Kaizan. | Dokumentasi

Kaizan. | Dokumentasi

Kaizan, Perencana Ahli Madya Bappeda  Lampung

Kondisi harga ubi kayu di tingkat petani di Provinsi Lampung cenderung sangat rendah. Hal ini diperoleh dari berbagai informasi baik media cetak maupun elektronik. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan potensi ubi kayu yang sangat besar, di mana Provinsi Lampung merupakan produsen ubi kayu terbesar di Indonesia.

Produksi ubi kayu Provinsi Lampung tahun 2020 adalah sebesar 5.697.980 ton. Sentra produksi ubi kayu di Provinsi Lampung terbesar berada pada Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Tulangbawang Barat, Tulangbawang dan pengusahaan dilakukan petani.

Tingkat pengetahuan dan kemampuan petani dalam berusaha tani ubi kayu relatif masih sangat rendah. Di samping itu, dari permodalan dalam berusaha tani juga masih mengalami kesulitan.

Keterbatasan kemampuan yang dimiliki petani ubi kayu menyebabkan produksi panen yang dihasilkan sangat rendah yaitu kurang dari 20 ton per ha (kondisi optimal 40 ton/ha).

Rendahnya produksi tersebut juga diikuti dengan kualitas panen yang tidak optimal karena masih banyak kotoran seperti tanah dn bonggol yang masuk dalam ubi kayu yang dijual.

Di samping itu, menurut industri yang membeli ubi kayu tersebut, kadar aci dari ubi kayu yang dihasilkan petani juga masih rendah.

Rendahnya kualitas dan kadar aci tersebut akan sangat berpengaruh terhadap rendemen dari harga ubi kayu menjadi rendah. Rendahnya produksi ubi kayu karena petani mengalami kesulitan dalam membeli pupuk dan obat obatan sehingga produktivitas ubi kayu sangat rendah.

Selain itu umur panen yang belum cukup yaitu kurang dari 8 bulan sehingga kadar aci sangat minim. Permasalahan ini disebabkan patani membutuhkan uang yang cepat. Mereka juga menganggap tidak ada perbedaan harga apabila mereka memanen lebih lama.

Pemerintah Provinsi Lampung sangat peduli untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama bagi petani. Sebab, sebagian besar sektor yang menyumbang PDRB terbesar berasal dari sektor pertanian.

Salah satu program unggulan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi adalah adalah Kartu Petani Berjaya (KPB). Salah satu tujuan program KPB ini adalah membantu petani mengatasi kesulitan untuk memudahkan petani dalam permodalan usahatani seperti pupuk dan obat-obatan, pemasaran, dan beasiswa pendidikan bagi anak petani.

Selain itu, Gubernur Lampung mengharapkan semua dinas khususnya lingkup pertanian baik provinsi dan kabupaten harus mendukung penuh terutama meningkatkan pengetahuan petani dalam berusaha tani sehingga produktivitas petani akan meningkat.

Sebagai produsen terbesar, ubi kayu harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung dalam peningkatan kesejahteraan petani. Selain kebijakan KPB, diperlukan juga kebijakan pemerintah terhadap harga.

Kebijakan ini harus dilaksanakan untuk membantu petani dengan cara memberikan batas minimal harga pembelian dari industri di tingkat petani.

Kebijakan tersebut harus didukung semua pihak terutama petani harus menghasilkan kualitas ubi kayu yang memiliki kadar aci yang tinggi dan juga industri harus konsisten dengan tidak membeli ubi kayu dengan harga rendah. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda