Rika Damayanti. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung– Rika Damayanti menyampaikan materi dasar-dasar etika konseling pada Pelatihan Konselor Ketahanan Keluarga gelaran Salimah Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung.
Acara ini diadakan pada 3 November 2021 sampai dengan 5 November 2021.
Ada 5pembicara yang akan memandu dan memberikan materi selama 3 hari ke depan. Mereka antara lain Fikhi selaku Asdep Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tema Pembangunan Kualitas Keluarga.
Kemudian Maya Septiana selaku Analis Kebijakan Asdep Partisipasi Keluarga dengan tema pendidikan konseling keluarga terkait peningkatan kualitas keluarga untuk mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Narasumber dari Salimah Rika Damayanti menyampaikan materi dasar-dasar dan etika konseling.
Narasumber dari Salimah lainnya Wulan Irodariah Rahman memberikan materi dengan tema konseling krisis.
Ani Aguspuspawati menyajikan materi teknik konseling dan komunikasi efektif dalam konseling.
Rika Damayanti menyampaikan mengapa diperlukannya konselor keluarga? Jawabannya karena masalah terjadi sepanjang periode kehidupan manusia sejak bayi hingga lanjut usia.
Karena pada hakikatnya seberapa jauh seseorang menghindar, masalah tersebut tetap akan mengikutinya.
Realitasnya, kata Rika, ada orang yang bisa menghadapi permasalannya sendiri namun ada pula yang tidak mampu menyelesaikan sendiri.
Beberapa orang, kata dia, memerlukan bantuan untuk mengurai dan menyelesaikan masalahnya.
Beberapa orang ingin berkeluh kesah namun tidak tahu tempat yang tepat. Akibatnya, masalahnya tidak selesai, justru semakin berkembang luas.
Rika Damayanti yang juga menjadi dosen di UIN Raden Intan Lampung itu juga memberikan gambaran umum tentang konseling sendiri adalah bantuan yang diberikan oleh seorang pembimbing (konselor) kepada seorang konseli atau sekelompok konseli/klien untuk mengatasi problemnya.
Ini bertujuan agar klien atau sekelompok klien tersebut mengerti lebih jelas tentang problemnya sendiri dan mampu menemukan jalan keluar dari problem sesuai dengan kemampuannya .
Sedangkan tujuan konseling itu sendiri yakni pengembangan keterampilan untuk belajar seumur hidup dengan membantu klien untuk belajar bagaimana mengatasi situasi sulit yang dihadapi di sepanjang hidupnya.
Ia menambahkan, cara ini juga membantu klien untuk berani menghadapi tantangan dan kenyataan yang harus dihadapi. []
