Milah Smart. | Dokumentasi

Milah Smart, Slide Designer Muslimah dan Training Facilitator
Setiap orang di dunia ini pasti punya ujian kehidupan yang berbeda-beda. Misalnya kita sebagai seorang mahasiswa.
Ada yang Allah uji dengan kekurangan biaya kuliah, belum bisa bayar uang kontrakan, ndak ada uang untuk beli sayuran, mau kerja kelompok harus iuran sekian puluh ribu, diundang teman untuk hadir tasyakuran wisuda, sementara kita tidak pegang uang seperser pun. Pernah mengalami?
Namun yang harus diwaspadai adalah ketika diri kita pun bermasalah dengan diri kita sendiri. Mengapa? karena kita sendiri bigung mau ngerjain apa, mau ke mana, mau menyelesaikan apa. Tidak mengetahui apa saja yang harus ia lakukan setiap harinya.
Ingat! saat masalah hidup datang menyapamu, hal itu adalah bukti kalau Allah itu sedang rindu kita. Dia merindukan kamu mengeluh, mengadu dan berdoa juga meminta pertolongannya ke Allah.
Aidh al-Qarni, penulis buku Menjadi Wanita Paling Bahagia mengatakan, bahwa pada setiap ujian yang engkau hadapi, ada kelembutan (kasih sayang) yang Allah titipkan kepadamu.
Empat kunci itu adalah:
1. Senang memandang masalah
Coba kita perhatikan kisah berikut ini. Suatu hari Absullah bin Abbas, (salah satu keponakan Rasulullah SAW) sedang melakukan perjalanan. Saat itu diberitahukan kabar kepadanya tentang kematian putrinya.
Bagaimana sikapnya? Dia pun segera turun dari untanya dan salat dua rakaat sambil berkata “Alhamdulillah! Allah telah berkenan menutup auratnya, memberi pahala dan menyiapkanya bekal.”
Kemudian dia kembali ke atas punggung unta dan melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan ia selalu melantunkan ayat-ayat Alquran.
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Al- Baqarah:45)
Dan begitu pula dengan Urwah bin Zubair ketika hendak diamputasi salah satu kakinya ia menolak diberikan obat penghilang rasa sakit (seperti obat bius). Dia tetap bersyukur masih ada satu kaki yang utuh.
2. Hadapi Masalah dengan Senyum
Salah satu ciri orang sukses adalah senang memandang masalah. Kok bisa? Karena baginya masalah adalah tantangan.
Dengan masalah yang ada, hal itu akan menumbuhkan sikap kritis, inovatif dan bangkit dan mencari solusi.
Hidup tanpa maslah cenderung membuat orang jadi stagnan, tidak tumbuh dan berkembang, maka berbahagialah! Karena kita sedang tumbuh dan berkembang.
Dalam sebuah hadis disebutkan “Perumpamaan orang mukmin itu seperti pohon. Semakin pohon ini tinggi menjulang, maka semakin keras pula terpaan angin menggoyang dan memaksa untuk tumbang.”
3. Masalah adalah Penebus Dosa
Dengan kita memiliki masalah, kita akan belajar dari kesalahan, dosa, maksiat dan sejarah kelam masa lalu. Allah swt., sedang menunjukkan dosa untuk berbenah. Itulah yang disebut tarbiyah illallah.
Maka hadapilah masalah dengan penuh kesabaran. Sebab jika kita mampu bersabar atas ujian yang kita hadapi sekarang ini, itu semua akan mengugurkan dosa-dosa kita.
4. Masalah (Ujian) adalah Pengangkat Derajat
Semakin besar permasalahan atau ujian yang kita hadapi, maka menunjukkan semakin tinggi pula derajat kita. Bukanlah semakin tinggi pohon, semakin tinggi pohon, maka semakin kuat pula terpaan angin untuk menumbangkannya.
Sebagaimana Rasulullah saw., bersabda: “Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).
Demikian empat kunci menghadapi ujian kehidupan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam setiap langkah meniti jalan menuju ketaatan. []
