Berita Foto Bisnis

UMKM di Dusun Suko Binangun Lampung Tengah Gunakan Aplikasi Tingkatan Penjualan

UMKM di Dusun Suko Binangun Lampung Tengah Gunakan Aplikasi Tingkatan Penjualan

Rahmawati. | Doni

Rahmawati. | Doni

Wartalampung.id, Seputih Banyak – Pandemi yang melanda sejak tahun 2020 silam memberikan dampak secara ekonomi bagi para pelaku UMKM, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun industri besar.

Dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid 19 diketahui sangat berdampak negatif, baik dari segi penjualan maupun pendapatan. UMKM yang paling terdampak adalah sektor akomodasi dan sektor kuliner.

Di sisi lain kurangnya akses internet dan pengetahuan menjadi tantangan penting bagi UMKM di desa-desa terpencil di Indonesia untuk bertahan dan maju.

Hal lain yang menjadi faktor sulit berkembangnya UMKM didesa adalah kecenderungan masyarakat yang skeptis terhadap teknologi

Salah satu pelaku UMKM yang telah memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memajukan usahanya adalah Rahmawati.

Wanita berusia 38 tahun ini memilih untuk bekerja sama dengan platform delivery makanan.

“Saya mulai bergabung dengan Gojek ini sejak tahu lalu, sejak diberlakukannya PPKM,” jelas Rahmawati di Desa Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (14/10/2021).

Pembatasan mobilitas karena adanya pemberlakuan PPKM membuat Rahmawati memutuskan untuk bergabung dengan platform Gojek demi meningkatkan penjual ditengah pandemi Covid 19 yang serbasulit.

“Sekarang pendapatan bisa lebih banyak dari pendapatan sebelum join sama Gojek,” lanjutnya.

Pemanfaatan teknologi untuk menunjang usahanya diakui Rahmawati dapat memberikan keuntungan yang lebih dari penjualan sebelumnya.

“Kendalanya jaringan internet sering lemot, ” ungkap Rahmawati.

Akses internet yang kurang memadai sering membuat terhambat proses jual beli di warungnya.

Lebih lanjut diakuinya bahwa jaringan yang lemot sering mengakibatkan terhambatnya proses jual beli sehingga beberapa pesanan sering dibatalkan oleh pelanggan karena terlalu lama menunggu. [I Putu Doni Marantino, Mahasiswa komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda