Berita Foto Ruwajurai Tanggamus

Usia 6 Bulan Panas dan Kejang-Kejang, Kini Adik Khoirul Tak Bisa Mendengar, Butuh Biaya Besar Pasang Alat Bantu dan Terapi

Usia 6 Bulan Panas dan Kejang-Kejang, Kini Adik Khoirul Tak Bisa Mendengar, Butuh Biaya Besar Pasang Alat Bantu dan Terapi

Adik Khoirul. | Dokumentasi

Adik Khoirul. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Ulubelu – Nama lengkapnya Abdul Muhi Khoirul Umam. Usia 3 tahun. Biasa dipanggil Khairul.

Ia anak bungsu dari 3 saudara buah hati pasangan Ruhimat (50) dan Kokon (43), petani asal Dusun Sirna Galih Tengah Desa Sirna Galih, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, Lampung.

Sepintas jika dilihat tak ada yang kurang darinya. Adik Khoirul nampak normal seperti anak-anak lain seusianya.

Namun ia sebenarnya anak yang mengalami gangguan berat di indra pendengarannya. Seperti yang dituturkan oleh Siti Muthoharoh anak pertama Ruhimat yang sehari-harinya bekerja sebagi guru honorer kepada Tim IZI Lampung pada 30/9/2021.

“Khoirul adik saya ini memang kelihatan normal secara fisiknya. Namun ia sebenarnya sudah lama mengalami gangguan pendengaran sehingga sulit untuk bisa diajak berkomunikasi,” ujar Siti.

Tadinya keluarga Ruhimat tidak menyadari kalau Khoirul mengalami gangguan pendengaran. Namun kecurigaan mulai muncul ketika Khoirul sering tidak merespons jika diajak komunikasi.

“Jika kami panggil namanya atau diberi mainan yang bisa berbunyi itu dia tidak merespons,” terang Siti.

Sebenarnya pihak keluarga sudah lama ingin membawa Khoirul berobat ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun keterbatasan ekonomi keluarga memaksa mereka belum bisa merealisasikannya.

Apalagi sejak adanya pandemi Covid 19 ini turut memberi andil karena tidak mudah untuk bisa mendapatkan akses berobat ke rumah sakit.

“Akhirnya baru minggu kemarin Khoirul bisa kami bawa ke RS Urip Sumoharjo untuk diperiksa setelah mendapat rujukan dari rumah sakit daerah kami. Menurut dokter yang memeriksa, adik saya mengalami gangguan berat pendengaran di kedua telinganya dan harus diberi alat bantu dengar dan musti dibantu dengan terapi” tambah Siti.

Yang menjadi beban bagi keluarga adalah mahalnya harga alat bantu dengar tersebut.

Per pasang alat tersebut seharga Rp8,5 juta jadi jika sepasang total biaya yang dibutuhkan Rp17 juta. Itu belum dengan biaya terapinya. Harga yang sangat mahal sekali bagi Ruhimat yang hanya seorang petani.

“Memang Khoirul ketika usia 6 bulan pernah mengalami demam yang tinggi dan sempat kejang-kejang. Kata dokter bisa jadi itu penyebabnya karena efek panas yang tinggi dan kejang sehingga ada saraf-sarafnya yang terganggu,” kata Siti.

Untuk membantu adik Khoirul dan juga meringankan beban keluarga Ruhimat maka Laznas IZI Lampung berinisiatif menggalang dana dengan membuka donasi bagi masyarakat yang tergugah ingin membantu.

Dana yang terkumpul nantinya akan IZI berikan kepada keluarga untuk dibelikan alat bantu dengar.

Bagi yang ingin berdonasi bisa menghubungi HP/Wa : 0823 7444 5600 atau bisa langsung datang langsung ke Kantor IZI Lampung di Jalan ZA Pagar Alam No. 4 Rajabasa Bandar Lampung.

Ayo bantu adik Khoirul memiliki alat bantu dengar agar dunianya tak lagi terasa sunyi dan sepi. [Ardiansyah/IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda