Ilustrasi Bank Sampah Emak.id. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sampah adalah keniscayaam dalam kehidupan manusia. Setiap orang memproduksi sampah.
Kehidupan yang serbapraktis saat ini membawa efek samping, sampah yang tidak hanya terus bertambah, pun tidak alami sehingga sulit diurai.
Namun kini, di antara masyarakat telah muncul percik-percik pengetahuan dan kesadaran baru terkait persampahan. Mulai dari gerakan tidak membuang-buang makanan, mengurangi sampah yang sulit diolah, dan mengolah sampah yang sudah ada.
Dalam rilis panitia Bincang Santai dari KKGP dan Forkom Puspa Lampung disebutkan, keterlibatan perempuan masih mendominasi pengelolaan sampah dalam rumah tangga . Amat umum dalam sebuah keluarga, para ibu yang menangani sampah, terutama yang dihasilkan oleh proses di dapur.
Dalam sebuah penelitian, dicatat bahwa kesadaran pada perempuan untuk membentuk gerakan pengelolaan sampah dilatarbelakangi sifat feminin pada perempuan.
Sehingga, mereka peduli terhadap kondisi lingkungan yang kumuh dan membentuk gerakan pengelolaan sampah melalui bank sampah
Dengan demikian sesungguhnya perempuan memiliki peran strategis dalam isu ini. Pengelolaan sampah tidak hanya terkait dengan aspek kelestarian atau keberlanjutan lingkungan, kesehatan tetapi bisa merupakan sarana pemberdayaan kaum perempuan yang bermanfaat secara ekonomi.
Praktik-praktik baik terjadi di sana-sini. Sehingga perlu upaya meluaskan kesadaran.
Tujuannya, semakin banyak perempuan yang berperan serta dan perlu memperdalam pengetahuan dan ketrampilan bagi penggiat. Selain itu, mampu mengajak kaum laki-laki, anak-anak, muda, dan siapa saja untuk ikut serta dan peduli pada persoalan sampah.
Acara pada Selasa, 31/8/2021, ini menghadirkan Rinda Gusvita (Ketua JP Padmarini yang juga dosen Prodi Teknik Industri Itera, Erna Rochana (Dosen Sosiologi FISIP Unila), dan Unang Mulkhan (Kepala Badan SDGs Unila sekaligus dosen FISIP) sebagai pemantik perbincangan.
Bincang Santai 4 akan dimoderatori penggiat Women March, Alfajar. Kegiatan Serial Wewarah dalam format bincang santai telah berlangsung empat kali. Pada setiap acara dihadiri lebih dari 150 mitra, perempuan dan laki-laki, senior dan junior, komunitas-komunitas masyarakat sipil dan Dinas PPPA kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan Dinas PPPA provinsi.
Para pemantik perbincangan dan moderator juga berasal dari kalangan maupun mitra KKGP dan Puspa. Video acara BiS@ 1-3 telah diunggah di You Tube FISIP Unila. []
