Deden Yoga Nugraha. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala PT Penanaman Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung Deden Yoga Nugraha mengklaim pihaknya memberikan banyak kemudahan untuk nasabah, baik program Mekaar, Pantas, dan Ulam.
Kini nasabah PNM Lampung mencapai 450 ribuan orang dengan total dana yang sudah dikucurkan sejauh ini mencapai Rp1 triliun.
Dengan pinjaman tanpa jaminan, Deden mengatakan, Mekaar yang diikuti kelompok ibu-ibu menjadi elemen penting dalam program PNM.
Selain itu, kata Deden, untuk perizinan usaha bagi mereka yang naik kelas ke program Pantas dan Ulam, juga dibantu.
Pihaknya, kata Deden, sudah bekerja sama dengan pihak Dinas Koperasi Provinsi Lampung untuk menerbitkan sertifikat izin usaha secara online.
Deden bahkan mencetak dan membingkainya dengan bagus untuk kemudian diberikan kepada nasabah.
Ia juga bercerita sampai harus membuka kerja sama dengan BRI Link di banyak tempat untuk memudahkan proses pencairan pinjaman untuk mereka yang naik kelas dari program Mekaar ke Pantas ataupun program Ulam.
Deden mengatakan, jika tidak demikian, bakal banyak transaksi yang batal dan masyarakat tidak mendapat pinjaman.
Deden memahami kondisi masyarakat di Lampung selama 3 tiga diamanatkan sebagai kepala PNM Cabang Lampung.
Kata Deden, semua persoalan bisa diselesaikan dengan baik. Ia dan tim berusaha lentur memenuhi kemauan nasabah.
Deden mengatakan, dengan cara demikian, nasabahnya kini melonjak. Dan ia berusaha untuk ibu-ibu yang menjadi nasabah dalam program Mekaar bisa naik kelas ke Pantas.
Jika naik kelas, usaha yang dikembangkan bisa semakin besar dan modalnya bisa ditambah.
Jika di Mekaar tiap orang mendapat pinjaman Rp2 juta untuk berusaha, jika naik kelas ke Pantas bisa memperoleh kisaran Rp10 juta-Rp15 juta.
Sejauh ini, klaim Deden, untuk nasabah yang naik kelas ke Pantas dana yang dikucurkan mencapai Rp14 miliar lebih.
Deden mengatakan, kemudahan ini mesti ia jalankan agar program berhasil dengan baik. Jika kaku pada prosedur, Deden yakin kondisi PNM dan nasabah di Lampung bisa menggeliat seperti sekarang.
Namun, Deden mengatakan, PNM Lampung sudah punya tolok ukur yang jelas perihal pemberian bantuan pinjaman. Dan sejauh ini, persoalan kredit macet nyaris tidak ada.
Apalagi untuk ibu-ibu yang masuk program Mekaar. Dengan sistem tanggung renteng dengan 10 orang dalam 1 kelompok, nyaris tidak ada persoalan berarti. Pertemuan dengan account officer (AO) per pekan pun lancar.
“Dengan konsep tanggung bareng ini, insya Allah sejauh ini tidak ada masalah. Cicilan nasabah lancar,” kata Deden saat menerima anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim, Senin, 23/8/2021.
Deden juga mengucapkan terima kasih atas atensi Abdul Hakim selama ini. Ia senang bisa bersilaturahmi dan menyampaikan paparan program kepada senator Lampung itu. [Sugiono]
