Rektor Unissula Bedjo Santoso. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Semarang – Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Bedjo Santoso risau jika lulusan tidak punya keahlian sehingga tidak bisa segera beramal saleh di masyarakat.
Ia menganggap Senat Mahasiswa perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa adalah sebagai mitra Rektorat untuk mengembangkan bakat mahasiswa.
Untuk itu, Rektor memberi tantangan kepada mahasiswa Unissula untuk mengembangkan pengetahuan di era digital agar lebih maju.Sehingga, dapat menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Rektor mengimbau agar mahasiswa memberikan ide-ide kreatif untuk mengembangkan metode pembelajaran online yang belum sempurna.
“Rektorat meminta mahasiswa memberikan ide tentang pembelajaran online. Yang sekarang ini belum sempurna, ide mahasiswa apa untuk menyempurnakan itu,” ujar Bedjo kepada Bangkit bulan Juli lalu.
Bedjo mengaku sedih melihat kondisi mahasiswa yang kuliah Zoom hanya memasang nama.
“Kuliah itu pura-pura ada terus tinggal lungo, lah ini dosen kan sedih, mahasiswaku enggak kuliah, aktif tapi tinggal lungo. Ini harus ada teknologi yang kalau mahasiswanya lungo ini ketok tidak hadir, nah ini gimana caranya,” ujarnya.
Rektor juga menghimbau mahasiswa agar tidak hanya fokus pada media informasi berupa tulisan. Menurutnya, di masa sekarang, media tulisan tidak lagi menjadi perhatian pembaca.
Maka itu, sebagai mahasiswa harus memberikan inovasi pada media informasi dalam bentuk video.
“Apa perlu dilombakan? Sekarang kan kalo pers itu bukan menulis di media cetak gitu, membuat berita atau membuat konten kreatif yang bisa dimuat di Bangkit, Facebook, Tiktok,” lanjutnya. [Umi Salamah, Jurnalis LPM Bangkit Unissula Semarang]
