Vaksinasi rabies gratis inisiasi YPN. | Ridho
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sekitar 100 ekor hewan terdaftar mengikuti vaksinasi rabies gratis yang digelar Yayasan Pemberdayaan Nusantara (YPN) Lampung, Sabtu (26/9/2026).
Adapun vaksin berasal dari bantuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan sekitar 50 pemilik hewan yang hadir.
Vaksinasi dilaksanakan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung sebagai upaya mencegah penularan rabies pada hewan dan manusia.
Dokter Hewan Tri Guntoro, tenaga medik veteriner yang ditugaskan PDHI Cabang Lampung dalam kegiatan tersebut, mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk memberikan kekebalan pada hewan terhadap virus rabies.
“Rabies saat ini tidak ada obatnya, makanya yang bisa dilakukan saat ini adalah vaksin. Vaksin adalah pencegahan untuk memberikan kekebalan terhadap hewan yang divaksin,” ujar Tri Guntoro.
Menurut Tri Guntoro, rabies dapat memberikan dampak serius bagi manusia apabila tertular melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
Karena itu, PDHI turut mendukung kegiatan vaksinasi gratis yang dilakukan berbagai yayasan atau komunitas.
Kegiatan vaksinasi tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.
Ia mengatakan, kegiatan vaksinasi gratis menjadi salah satu bentuk pengabdian para dokter hewan dalam meningkatkan cakupan vaksinasi rabies di masyarakat.
“Coverage vaksinasi itu minimal harus 70 persen,” jelasnya.
Tri menjelaskan, beberapa tanda yang dapat muncul pada hewan yang terinfeksi rabies, di antaranya perubahan perilaku menjadi lebih agresif, mengeluarkan air liur secara berlebihan, serta takut terhadap cahaya dan air.
Menurutnya, perilaku agresif menjadi salah satu tanda yang paling sering terlihat.
Ia juga mengingatkan agar hewan yang akan divaksin berada dalam kondisi sehat. Kondisi kesehatan hewan dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh setelah vaksinasi.
“Ketika nanti dia tidak sehat biasanya respons kekebalan imun tidak maksimal,” katanya.
Ia menyebutkan, vaksinasi rabies pada hewan dapat dilakukan maksimal satu kali dalam setahun.
Ia juga mengimbau pemilik hewan penular rabies (HPR), seperti kucing, anjing, kera, dan musang, agar tidak hanya memelihara hewan, tetapi turut menjaga kesehatan dan keselamatannya.
“Kita senang memelihara dan jangan hanya senang memelihara saja, tetapi kita coba melindungi hewan-hewan itu dan juga melindungi keluarga dan lingkungan agar terbebas dari rabies,” pungkasnya. [Ridho Ardi Anda]

Tinggalkan Komentar Anda